Banyak Dampak Negatifnya, Anggota DPR Desak Perpres Legalisasi Miras Dibatalkan

Banyak Dampak Negatifnya, Anggota DPR Desak Perpres Legalisasi Miras Dibatalkan

Wheretheeffismyhandbook – Peraturan Presiden (Perpres) nomor 10 tahun 2021 tentang bidang usaha penanaman modal, khususnya terkait pembukaan keran penanaman minuman beralkohol di daerah tertentu, mendapat protes dari sejumlah anggota DPR atau DPR. Di mata wakil rakyat, tidak ada alasan logis dan mendesak untuk membuka peluang investasi di sektor alkohol, apalagi dalam situasi pandemi. Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Nurhasan Zaidi, mengatakan alkohol sering menjadi penyebab keresahan dan konflik, oleh karena itu regulasi kita tentang alkohol sangat ketat. “Kalau legalisasi investasi dan distribusi, siapa yang akan bertanggung jawab atas dampaknya ke depan,” kata Nurhasan dalam siaran persnya.

Anggota Komisi VIII DPR yang membidangi agama, kemasyarakatan, perlindungan anak dan perempuan ini juga menegaskan dampak kerugian yang akan ditimbulkan oleh kebijakan ini, karena kenakalan remaja juga tanpa legalisasi minuman beralkohol masih cukup. tinggi di indonesia. Semua agama di Indonesia memiliki pandangan yang sama tentang bahaya alkohol hingga dilarang. Ini amanat Tuhan dan jika diteruskan jelas melanggar pengamalan Pancasila, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Beradab. “Bagaimana kita bisa beradab jika anak-anak negara dirugikan oleh kebijakan ini,” ucapnya kepada Sukabuminewsupdate.com

Mengenai kekhususan bidang tertentu yang diperbolehkan dalam Perpres tersebut, Nurhasan mengatakan Perpres tersebut dapat disalahartikan di lapangan dan berpeluang menyebar ke daerah lain, apalagi ruang investasi yang menguntungkan dari luar negeri, ‘untuk membuka usaha miras yang adiktif. ‘Tidak masalah, pemerintah seharusnya tidak mengejar kebijakan yang lebih kontroversial. Jika menurut kehendak Tuhan ingin membangun investasi, masih banyak ruang dan peluang yang bisa kita gali dan manfaatkan. Bukan hanya karena alasan investasi dan kebangkitan ekonomi, kita juga lalai terhadap masa depan anak-anak negara. Untuk itu, kami meminta kepada Presiden untuk mencabut peraturan presiden tersebut. Pengorbanannya terlalu mahal! Dia menyimpulkan.

Investasi dalam alkohol mengancam rumah tangga

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina berbicara tentang pembukaan izin investasi industri minuman dalam skala besar hingga kecil. Ia mengingatkan, negara harus membuat kebijakan yang dapat menutupi semua potensi yang mengancam kehidupan rumah tangga keluarga Indonesia. Politisi PKS ini mengacu pada data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 yang memberikan laporan kepada sebanyak 3 juta orang di seluruh dunia yang meninggal akibat konsumsi alkohol. Angka tersebut setara dengan 1 dari 20 kematian di seluruh dunia akibat penggunaan alkohol. Lebih dari 75 persen kematian pada pria disebabkan oleh alkohol.

‘Selain berbahaya bagi kesehatan, penggunaan alkohol juga dapat meningkatkan risiko cedera dan’ kemungkinan kekerasan dalam rumah tangga ‘. Makanya banyak kasus perceraian terjadi karena laki-laki mabuk, ” ujarnya. Legislator Daerah Pemilihan Sumbar II ini menambahkan, hasil beberapa penelitian menyebutkan konsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan emosi secara signifikan. Sebab, meminum minuman beralkohol bisa berdampak pada kekerasan dalam rumah tangga, yang bisa berujung pada perceraian. Ironisnya, lanjut Nevi, pemerintah tidak hanya mengatur masalah investasi di industri alkohol pada skala industri besar, tetapi juga menawarkan berkah investasi bagi perdagangan eceran alkohol untuk masuk dalam daftar kawasan bisnis yang diperbolehkan meski dengan syarat tertentu. ‘Pemerintah harus menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dengan mengedepankan kebijakan yang mendukung pembangunan kemanusiaan yang adil dan beradab sesuai dengan sila kedua Pancasila. ‘Pemberian kesempatan yang merusak nilai-nilai universal kemanusiaan seharusnya tidak terjadi,’ kata Nevi.

Anda mungkin juga suka...