Dilema Kurikulum 2013

Dilema Kurikulum 2013

Wheretheeffismyhandbook – Program yang merupakan program kedua dan ketiga tahun 2013 ini akan dilaksanakan pada triwulan I tahun 2013. Pemerintah banyak berkaitan dengan pelaksanaan program yang sedang dikaji, pembentukan pemerintahan, pengembangan program dan relativitas program.

Implementasi kurikulum jelas difokuskan pada kurikulum sekolah. Tidak diketahui saat ini apa yang akan dia lakukan setelah meninggalkan pos. Semua orang tertawa pelan karena ketidakpastian. Namun, saya ingin melanjutkan pekerjaan saya pada kualitas modul dan mengikutinya pada masalah kurikulum serta program.

Musliar Kasim, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menjawab pertanyaan tersebut dan merujuk pada dasar kurikulum 2013 sebagai pendekatan yang sederhana dan praktis. “Kurikulum dirancang untuk generasi mendatang, terlepas dari temanya, kedalaman pengalaman dan kebutuhan siswa untuk memiliki kesempatan berbagi semua kekuatan” (Padang Express, 3/04/2013) semua mata kuliah.

Perubahan kurikulum 2013 tidak hanya menjadi masalah bagi sekolah, tetapi juga berdampak pada kurikulum Lembaga Guru Universitas (LPTK). Hal ini dikarenakan LPTK cenderung mengalami perubahan dan mengedepankan ilmu atau pedoman lulusan yang akan menghasilkannya. Melalui LPTK, ia akan mampu menghasilkan tenaga pendidik masa depan yang fokus pada ilmu dan mata pelajaran serta mendukung kemampuannya dalam mengajar setiap mata pelajaran. Kursus yang ditawarkan juga mengutip lulusan untuk menguasai dua keterampilan tersebut.

Dulu LPTK yang dikenal dengan istilah “broader minded” akhirnya berganti nama menjadi universitas. Hal ini dikarenakan adanya keinginan untuk menghilangkan keraguan terhadap kualitas lulusan yang hanya ingin menjadi guru, dan hasilnya akan melemahkan penguasaan materi ilmiah yang diajarkan. Dengan pindah ke universitas, lulusannya menjadi “sarjana add-ons” yang menguasai disiplin ilmu masing-masing dan memiliki kemampuan mengajar sains, bukan sebagai lulusan dengan kemampuan mengajar, tetapi kurang pandai sains.

Karena kurikulum sebelumnya tidak ada dinamika yang nyata dari kurikulum sebelumnya, dan perubahan kurikulum 2013 saat ini sudah menjadi hal yang wajar. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah kurikulum tematik 2013 untuk SD dan SMP relevan dengan kebutuhan kurikulum LPTK yang dibuat oleh calon guru. Ataukah kurikulum LPTK memenuhi kebutuhan dan kemampuan lulusan untuk mengajar di sekolah? Dan apakah kursus LPTK juga harus terintegrasi secara tematik?

Jika ditelaah lebih rinci, tidak tepat menerapkan model tematik integratif pada kurikulum perguruan tinggi, karena perguruan tinggi sudah mengenalkan dan memperdalam ilmu di beberapa bidang keilmuan. Oleh karena itu, sangat membingungkan untuk menggabungkan berbagai topik yang awalnya hanya dua atau tiga kredit yang diubah menjadi delapan atau sepuluh kredit, atau untuk memperdebatkan topik tambahan. Oleh karena itu, standar kurikulum yang diharapkan pada tingkat kualifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) mengharapkan standar mutu / standar kualifikasi lulusan dihasilkan dari hasil pembelajaran (standar yang perlu dikuasai) dan tidak mengurangi jumlah mata kuliah. . dan menambah jam belajar, seperti pendidikan dasar.

Kualifikasi KKNI juga mensyaratkan kurikulum di LPTK yang diberikan kepada siswa relevan, dengan standar kualifikasi yang diterapkan sesuai shift yang ditentukan sebagai calon guru atau lulusan. Oleh karena itu, lulusan PGSD tentunya bukan lulusan program studi lain yang akan dihasilkan oleh calon guru SMP dan SMA, meskipun standar tujuh untuk guru profesional atau guru profesional di KKNI tidak hanya dipenuhi oleh lulusan. Pendidikan.

Dalam kurikulum 2013 untuk SMA / MA terdapat mata pelajaran wajib dan mata kuliah sesuai mata kuliah LPTK dan program studi. Kelompok peminatan matematika dan sains yang dipelajari adalah Matematika, Biologi, Fisika dan Kimia. Mata kuliah wajib peminatan sosial adalah geografi, sejarah, sosiologi dan antropologi, serta ekonomi. Mata pelajaran wajib peminatan bahasa terdiri dari bahasa dan sastra Indonesia, bahasa dan sastra Inggris, bahasa dan sastra asing lainnya, antropologi, serta topik minat dan bakat pilihan.

Dilansir dari situs riverspace.org, pada kurikulum 2013 mata pelajaran sosiologi dialihkan ke sosiologi dan antropologi. Bagian ini direvisi karena hanya sedikit program LPTK di Indonesia yang memiliki studi sosiologi pendidikan antropologi, seperti UNP, UNS Solo, dan Semarang Unnes. Unimed Medan mempunyai program di sanggar pendidikan antropologi dan Universitas Negeri Jakarta mempunyai program di sanggar pendidikan sosiologi. Di UNP, program AT ini tunduk pada Departemen Studi Sosiologi.

Dalam kurikulum 2013 diharapkan mata kuliah antropologi identik dengan mata kuliah sosiologi, dan mata kuliah di bidang pendidikan dan pengajaran atau mata kuliah antropologi harus lebih seperti mata kuliah antropologi yang diajarkan dalam peminatan bahasa di SMA.

Pemikiran inilah yang menjadi dasar hasil belajar calon guru. Selain itu, kurikulum pada berbagai mata kuliah yang ada di sanggar juga harus memperhatikan penguasaan ilmu lulusan. Artinya, program ini juga memperhitungkan kemampuan lulusan dengan latar belakang sains dan pengetahuan untuk mengajar di disiplin ilmu tersebut.

Anda mungkin juga suka...